0

Dubes AS Kagumi Kitab Mbah Soleh Darat

Duta Besar Amerika Serikat David Farra cukup lama memperhatikan kitab-kitab tulisan tangan karya Mbah Soleh Darat Semarang. Kitab tersebut dipajang menjadi koleksi Museum Sejarah Islam di lantai dua Menara Al-Husna (Al-Husna Tower) Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang.
Kemarin, David datang ke MAJT tidak sendirian. Dia bersama Dubes Jerman Renata S, Dubes Finlandia Herbert Niqish, Dubes Belarusia Ana Carina Hernades, Dubes Iran Ali Sahar Khiz, Dubes Brunei Darussalam Hj Siti Junaria, Dubes Kazakhstan Nur Shalnabi Tuyakabev dan Dubes Korea Yeon Jeong BE.
Menurut Giarsito Sapto Putratmo dari Dinas Pariwisata Kota Semarang, kehadiran sembilan duta besar negara sahabat di MAJT selama satu jam tersebut merupakan rangkaian city tour selama sehari di Kota Semarang. ‘’Selain ke MAJT, mereka mengunjungi Gedung Lawang Sewu, Kelenteng Sam Poo Kong dan Waduk Jatibarang,’’ kata Sapto.
Semula Dubes Republik Rakyat Tiongkok, Afganistan dan Venezuela akan ikut hadir di Kota Semarang. ‘’Namun mendadak ketiganya berhalangan. Mungkin lain waktu,’’ tutur Sapto.
Menurutnya, selain mengenalkan obyek wisata kepada para duta besar, city tour juga dalam rangka kerjasama berbagai bidang terutama ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. ‘’Setelah kunjungan ini akan ditindaklanjuti tim berikutnya,’’ tutur Sapto.
Pusat Budaya
Kehadiran para Dubes di Masjid Agung disambut Wakil Ketua BP MAJT Prof Dr H Ali Mansyur SHCN M.Hum, para kiai dan ulama.  Di pintu gerbang masjid mereka disambut oleh para santri yang menabuh alat musik terbang blantenan khas Semarang.
Ali Mansyur dalam sambutanya menjelaskan, Masjid Agung Jawa Tengah dalam perkembangannya tidak hanya menjadi masjid untuk tempat shalat lima waktu saja, tetapi sekaligus menjadi tujuan objek wisata, pendidikan dan pusat pengembangan budaya. Tamu-tamu yang hadir setiap hari 24 jam nonstop. ‘’Mereka tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi banyak yang dari luar negeri,’’ katanya. MAJT kata Ali Mansyur telah melakukan penandatangan MoU dengan Beijing Language and Culture University (BLCU) untuk pengembangan beasiswa pendidikan dan budaya. ‘’Kami juga tengah merencanakan untuk bersilaturahim dengan para ulama di negeri Tiongkok itu,’’ tuturnya.
Dubes Iran Ali Sahar Khiz, secara khusus selain melakukan shalat tahiyatal masjid, dia cukup lama mengamati Alquran Raksasa tulisan tangan karya santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Mojotengah Wonosobo Drs KH Hayatuddin. Ali juga memperhatikan Beduk Ijo Mangunsari karya KH Ahmad Sobri Jatilawang Banyumas. Saking asyiknya dia memperhatikan isi ruang dalam masjid, sampai-sampai dia ditinggalkan para dubes lain yang foto bersama di areal plaza MAJT. ‘’Lain waktu kami akan datang ke sini lagi,’’ tuturnya Ali Sahar Khiz.
Di lantai Dua Museum Sejarah Islam Menara Al-Husna, para Dubes cukup lama memperhatikan koleksi masjid-masjid kuno, kitab-kitab Alquran peninggalan para wali, jubah dan lain-lain(Agus Fathuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *