Arsip Kategori: Videos

KAJIAN PETANG

SHOLAT ISTISQO Menurut Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag

Drs.KH Muhyiddin, M.Ag Memberikan penjelasan terkait dengan Sholat Istisqo, beliau mendefinisikan “bahwa Sholat Istisqo’ adalah sholat yang bertujuan untuk minta hujan atau mengharapkan air secara mutlaq, dalam meminta itu ada tiga urutan”.
1. Adnaha (Urutan yang paling ringan)
a. Doa meminta hujan yang dilakukan sesudah sholat atau do’a itu dilakukan bersamaan dengan qunut nazilah
2. Ausatuha ( urutan Tengah – tengah )
a. Dao dilakukan disaat sholat jumat yang berada di khutbah yang ke 2
3. Atsmaluha ( urutan yang paling sempurna )
a. Dengan cara Sholat Istisqo, yang didahului dengan melaksanakan sunah – sunah, diantaranya adalah puasa, taubat, meninggalkan amal -amal jelek atau bagian dari kedzoliman – kedzoliman, tutur beliau

KH Muhyiddin menjelaskan dalam kajiannya bahwa “ Ketika terjadi kekeringan yang panjang maka disunnahkan memerintah atau mengatur oleh al hakim (pemerintah ) untuk melakukan Sholat Istisqo’ dan mengajak masyarakat. supaya melakukan puasa sebanyak 3 hari, pemerintah menganjurkan mengajak masyarakat untuk taubat, melakukan sedekah dan amal – amal kebaikan, dan masyarakat diminta keluar dari perbuatan kedzoliman”.

Ketika pemerintah menyuruh untuk menjalakan sholat istisqo, maka masyarakat wajib melaksanakan perintah dari al hakim (pemerintah) untuk melaksanakannya bagi yang mampu. Lanjut tutur belaiu dalam kajian petang

Tata cara sholat istisqo
1. Dua rokaat
2. Seperti sholat Iid dll.

Lebih jelasnya silahkan lihat di channel Youtube di bawah ini

SHOLAT ISTISQO Menurut Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag

KH HANIEF ISMAIL,LC

MEMULIAKAN BULAN RAJAB

Diawal khutbah pertama beliau KH Hanief Ismail,Lc. melantunkan sebuah hadis sebagai berikut :
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”

“Sesungguhnya kita sebagai manusia diberi oleh Allah nafas dan waktu merupakan kesempatan agar kita mengisi hidup ini dengan berbagai amal sholih, karena dengan amal sholih inilah yang akan menghantarkan kita hidup didunia maupun diakhirat nanti” tutur beliau dipertengahan khutbah
Melakukan banyak berpuasa dibulan rajab meskipun tidak harus berpuasa sebulan penuh dibulan rajab, tutur belia dalam khutbahnya
KH Hanief Ismail,Lc. lanjutan khutbah beliau menjelaskan “bahwa Bulan rajab adalah salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan oleh allah, bulan tersebut allah akan melipatgandakan semua amal sholih yang dilakukan oleh hambanya”
di antaranya adalah
• Berpuasa
• Memperbanyak istighfar dan bertaubat
• Memperbanyak sedekah
• Memperbanyak doa
• Berdzikir, tasbih, tahmid, dan takbir
• Banyak membaca Al-Qur’an, shalawat,

Di akhir khutbah pertama KH. Hanief Ismail menganjurkan agar jamah selalu berdo dibulan rajab dengan doa sebagai berikut

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Silahkan kaum muslim untuk lebih jelasnya silahkan buka dikanal youtube di bawah ini
1. https://www.youtube.com/watch?v=3CA36gGbSH8&t=85s&ab_channel=MAJTTV

MEMULIAKAN BULAN RAJAB

HABIB JAKFAR AL MUSAWA

3 MAKNA SABAR MENURUT HABIB JAKFAR AL MUSAWWA

Habib jakfar menjelaskan tentang sabar dalam kajian petang dengan kitab Riyadussholihin, “bahwa Sabar adalah sikap menahan diri dari keinginan dan emosi, serta bertahan dalam situasi sulit tanpa mengeluh. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang mencerminkan kekokohan jiwa”

Beliau juga menjelaskan bahwa makna dari sabar itu ada tiga hal, pertama, Tabah dan menahan diri untuk menerima perintah dari Allah. Kedua, Sabar menahan diri dan tabah terhadapa apa yang dilarang oleh Allah dan yang ke tiga, Sabar menahan diri dan tabah terhadap Ujian yang diberikan oleh Allah

Sabar memiliki banyak manfaat, di antaranya: Memperkuat hati, Menghadapi ujian dan tantangan dengan kepala tegak, Memperoleh keberkahan dan pahala, Menggugurkan dosa-dosa, Baik untuk kesehatan mental. Tutur beliau habib jakfar

Belaiua juga menjelaskan “bahwa Dalam Islam, sabar merupakan salah satu sifat yang sangat penting. Sabar dalam Islam diwujudkan dengan: Mengharapkan pertolongan dari Allah SWT, Melakukan kebaikan meskipun menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan, Terus melakukan ketaatan”.

Beliau Habib Jakfar juga memberikan penjelasan ciri-ciri orang yang sabar diantaranya adalah: Tidak mudah marah atau putus asa, Mampu mengendalikan emosinya saat menghadapi cobaan dan ujian, Tetap istiqamah dalam kebaikan

Silahkan kaum muslim untuk lebih jelasnya buka youtube di bawah ini

1. https://www.youtube.com/watch?v=fGrJcuW8F4Q&t=116s

GUS HILMI

BOLEHKAH BERNASYID DI DALAM MASJID

KH Hilmi Wafa menjelaskan makna Nasyid dalam Islam pada Hadist Bulughul Marom saat kajian sore di Dais “Secara harfiah, nasyid artinya “senandung”, “nyanyian” atau “lagu” akar kata nasyid adalah “Nasyd”, yang artinya hymne (nyanyian pujian atau puji-puji). Dengan demikian asal makna nasyid adalah senandung pujian atau sanjungan, dalam hal ini sanjungan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan para sahabatnya, serta keluhuran Syariat Islam”.
Dengan definisi tersebut menandakan bahwa nasyid merupakan salah satu kebudayaan musik keagamaan (Islam), yaitu musik-musik yang bersifat keislaman yang tema lagunya disesuaikan dengan keagungan, kekhidmatan, keharuan dan lain sebagainya. Tutur KH Hilmi Wafa say mengisi kajian sore di radio dais atau sering Masyarakat memanggil beliau dengan panggilan Gus Hilmi
Lanjut Gus Hilmi dalam kajian sore “Lirik yang ditulis dan dinyanyikan dalam lagu nasyid adalah lirik-lirik yang bercorak Islami. Kata-kata yang terdapat di nasyid biasanya mengandung nasihat, memuji Allah, kisah para nabi, motivasi Islam, kata-kata mutiara, dan lain sebagainya. Biasanya nasyid dinyanyikan oleh beberapa orang secara acapela atau bisa juga dengan diiringi alat musik seperti rebana”.
Jika kita amati kehidupan Rasulullah, maka kita dapatkan beliau pernah mendengarkan syair dan nasyid, bahkan diantara sahabat Nabi ada penyairnya, seperti Hisaan bin Tsabit, ‘Amir bin Akwa’ dan Anjasyah radhiyallahu anhu.
Beliau Gus Hilmi juga memberikan contoh dalam sebuah hadist, “Adapun tentang bernasyid, maka Imam Bukhari meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, bahwa ketika para sahabat menggali (Khandak) dan Rasulullah melihat para sahabat kecapekan dan kelaparan, maka beliau pun bernasyid/bersyair:

” اللهم لا عيش إلا عيش الآخرة * فاغفر للأنصار والمهاجرة ”
Dan dijawab oleh para sahabat:
نحن الذين بايعوا محمدا * على الجهاد ما بقينا أبد
Untuk lebih jelasnya kaum muslimin silahkan lihat di link atau kanal youtobe berikut ini
1. https://www.youtube.com/watch?v=-qZbGWzwr5s&t=744s

HABIB DIYAUDDIN AL MUTHOHAR

BULAN – BULAN YANG DISUNNAHKAN BERPUASA

Dalam penjelasan beliau Habib Diyaudin Almuthohar saat mengisi kajian sore dalam kitab Nashoihud Diniyah “bahwa Ada empat macam bulan yang dimuliakan oleh Allah yaitu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keempat bulan ini disebut sebagai bulan haram atau Al-Asyhur Al-Hurum dalam Al-Qur’an”.

Habib Diyaudin Al muthohar melanjutkan penjelasan dari tema yang diangkat “Bulan-bulan haram memiliki beberapa keutamaan, di antaranya: Sebagai waktu terbaik untuk beribadah, Pahala amal ibadah dilipatgandakan, Diharamkan segala bentuk pembunuhan dan penyiksaan, Dosa perbuatan haram akan lebih besar, Allah memerintahkan untuk melakukan gencatan senjata” tutur beliau saat menjelaskan materi kajian sore

Beberapa keistimewaan bulan-bulan haram, di antaranya:
• Bulan Dzulqa’dah merupakan bulan yang disahkan untuk ihram haji bersama bulan Syawal dan Dzulhijjah.
• Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender hijriah.
• Bulan Muharram merupakan bulan mulia yang dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Puasa Asyura).
• Bulan Rajab merupakan waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan
Silahkan para pembaca untuk bisa melihat lebih detail melalui kanal youtoob di bawah ini berkaitan dengan tema di atas.

1. https://www.youtube.com/watch?v=jg6oGJrt1Zo&pp=ygUUbWFqdCB0diBiaWIgZGl5YXVkaW4%3D
2. https://youtu.be/jg6oGJrt1Zo

risma majt

Majelis Gandrung Nabi dan Habib Umar Al Muthohar akan Bersholawat di MAJT

Semarang — Kabar gembira bagi para Pemburu Sholawat dan Pecinta Sholawat dimanapun berada
Maulidurrosul yang diselenggarakan oleh Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) dan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) di Ruang Utama Shalat MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang, pada hari Senin 16 September 2024 Pukul 05.00 WIB ba’da subuh – 11.00 WIB. Lokasi acara berada di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah dengan alamat Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Acara Haflah Maulidurrosul tersebut juga dihadiri oleh ketua PP MAJT Prof.Dr.KH. Noor Ahmad, MA, sekretaris PP MAJT Drs. KH. Muhyiddin, M. Ag dan para pengurus lainnya termasuk beberapa kyai dan habaib yang ikut menyemarakkan acara tersebut.
Ketua Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) saudara Nanang Aji Saputro, mengatakan bahwa “acara haflah ini sudah sering dilaksanakan di MAJT sebagai program dari kegiatan risma JT tahunan sehingga acara ini bertujuan untuk memakmurkan MAJT melalui kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW”.
Majelis Dzikir dan Shalawat Gandrung Nabi Grobogan atau biasa disebut dengan Majelis Gandrung Nabi, juga hadir untuk membacakan Maulid Nabi dalam acara haflah tersebut. Majelis ini merupakan lembaga dakwah non-formal yang berasal dari Dusun Ngetos, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Yang dipimpin oleh Kyai Zaman Assekhal. Majelis Yang dipimpin oleh Kyai Zaman Assekhal ini selalu dibanjiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai kota dan daerah mana saja.
Acara ini juga dihadiri oleh beliau Habib Umar Al Muthohar dari Cepoko, Gunungpati, Semarang. Ulama yang terkenal viral dengan Pengajian Lucu Humorisnya dengan kata-kata:Wonge Teko? Yak Nah.
Dalam tausiyahnya habib umar mengatakan “Bila anda mengaku cinta Muhammad Rasulullah SAW sebagai konsekuensinya harus mencintai apa yang terdapat atau melekat pada diri Rasulullah. Mulai cinta kepada kota kelahiranya, kepada kota di mana beliau wafat, kepada keluarganya, sahabatnya, hingga kepada ulama-ulama yang meneruskan perjuangan dan ajaranya”.
“Bila anda mencintai Rasulullah, maka rajinlah bersalawat, curahkan hati dan pikiran agar selalu ingat Rasulullah, insyaallah anda akan mendapat keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan,” ucap Habib Umar Muthohar saat menyampaikan tausyiah Haflah Maulidurrosul yang diselenggarakan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) dan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) di Ruang Utama Shalat MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang.
“Kalau anda ingin selamat dunia akhirat. Jadikan Rasulullah sebagai kiblat kehidupan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PP MAJT, Prof.Dr.KH. Noor Ahmad, MA menyampaikan, MAJT selama 12 hari di bulan Rabiul Awal ini melaksanakan kegiatan pembacaan Maulid tiap habis Asar, adapun khataman maulid digelar pada tanggal 12 Rabiul Awal bakda subuh.
“Sudah dari dahulu kita selalu menggelar khotmil Maulid bakda subuh, ini sudah menjadi tradisi sesuai arahan Habib Umar, sehingga beliau juga tidak pernah absen mengisi khataman maulid di MAJT,” kata Prof.Dr.KH. Noor Ahmad, MA saat memberikan sambutan.
Prof.Dr.KH. Noor Ahmad, MA menyampaikan terima kasih kepada Habib Umar Muthohar. “Tausyiah Habib Umar selalu dinanti jamaah. Alhamdulillah pagi hari ini berkenan rawuh, semoga ada keberkahan untuk kita semua,” ucapnya.
Sebelum tausyiah Habib Umar Muthohar dilakukan pembacaan maulid simthudduror yang dipimpin oleh Habib Muhammad Al Muthohar.

KAJIAN TAFSIR TEMATIK KELAHIRAN ANAK DI DALAM AL QUR’AN OLEH Dr.KH SYAIFUDIN, MA


Dr.KH. Syaifudin, dalam kajian tafsir tematiknya belaiu menuturkan bahwa Anak yang berada di alam Rahim kemudian mendohirkan diri ke alam dunia yang mana di alam dunia dia akan menjalani kehidupan yang berbeda dari alam Rahim. Janin yang ada di dalam kandungan itu mereka hidup di alam lain, janin tidak mengalami waktu sebagaimana waktu kita yang berada di alam dunia ini, yang dibatasi oleh matahari dan bulan, tapi janin menjalani hidup dengan kehidupan mereka sendiri. Jadi jangan disamakan antara anak dalam kandungan dan anak yang sudah lahir dalam kehidupannya.

Kenapa orang terdahulu itu menyebut anak yang baru lahir dinamakan Brojol atau lahir. Ternyata pada dasarnya kita sebagai manusia itu sudah ada sejak beribu-ribu tahun atau berjuta-juta tahun yang lalu. Namun tidak dalam berbentuk makhluk yang berkuliit, makhluk yang bertulang, makhluk yang bisa berdiri tegak, dan makhluk yang berdaging, tetapi sejatinya sudah ada bahwa wujud kita adalah arwah (sepirit), dan ada yang mengatakan khususnya ahli mantik, Al Insan Hayawanu Natiq, bahwa manusia adalah hewan yang bisa berbicara, berfikir, dan berargumen. dan ada juga yang mengatakan manusia adalah Seprit Ingkarni yaitu jiwa atau ruh yang menjelma (mengejawantah) menjadi makhluk kasar (kasat mata). (Tutur tambahan beliua KH Syaifudin dalam kajian tafsirnya)

Kemudian belaiu KH Syaifudin juga menjelaskan dalam kajiannya, Ketika kita dari alam jiwa atau ruh menjadi alam yang berkulit dan berdaging, ternyata oleh alquran kita disebut sebagai Basyarun (kulit), karena yang membedakan kita sebagai manusia dan makhluk ciptaan Allah yang lain seperti hewan, kita adalah berkulit yang halus dan kelihatan jelas berbeda dengan hewan yeng memiliki kulit namun didominasi bulu atau rambut.

Dr.KH.Syaifudin dalam penjelasan kajian tafsir tematiknya bahwa berbicara tentang kelahiran anak manusia itu adalah hal yang mempunyai resistensi yang tinggi, yang memunculkan perdebatan yang panjang tutur beliau KH Syaifudin. kalau diksi yang kita pakai adalah kelahiran mungkin aman-aman saja, tapi kalau kelahiran kita pakai dengan bahasa lain seperti hari natal (kelahiran yesus), dan ketika kita berbicara tentang kelahiran yesus atau dalam islam adalah Nabi Isa as, sebagaian umat nasrani dalam menentukan taggal dan hari juga ada perbedaaan, ada yang mengatakan yesus (nabi isa) lahir pada tgl 25 Desember sehinnga perayaan hari natal jatuh pada tanggal tersebut, begitu juga ada warga mesir dari Kristen ortodok mereka merayakan hari natal pada tanggal 6 Januari). kemudian ada riset yang mengatakan bahwa yesus itu lahir bulan Agustus pada puncak musim panas dan oleh al quran itu ditandahi dengan matengnya buah kurma. sehingga dari perbedaan semuanya itu mengakibatkan terjadinya perselisihan atau perdebatan.

Tetapi berbedaan seputar kelahiran itu bukan hanya terjadi pada kelahiran nabi Isa saja, kelahiran Nabi Muhammad-pun yang oleh kita yang kita yakini bahwa beliau Nabi Muhammad lahir pada tgl 12 robiul awal, namun menurut ahli falaq, sesuai ilmu astronomi itu beliau lahir pada tanggal 9 robiul awal, bukan 12 robiul awal, ini hanyalah mengenai perbedaan kelahiran, yang rentan dengan terjadinya perselisihan atau perdebatan diantara ummat manusia.

Jadi Kesimpulanya adalah masyarakat kita mengambil perhatian yang sangat serius tentang apa itu kelahiran. Bahkan Dalam alquran ada banyak tempat berbicara tentang kelahiran, ada 12 tempat dan semuanya itu menunjukkan keseriusan al quran dalam menjelaskan tentang kelahiran.

Bahwa kelahrian anak manusia itu bukan hal yang sederhana atau remeh, sebab kalau kita runtut sebuah sosok yang bersal dari sesuatu yang jijik, kemudian menjadi Sosok manusia yang bisa berfikir, bisa berbuat sesuatu, ini sesuatu hal yang luar biasa yang dimiliki sosok manusia.

Sehingga Pesan dari Al quran tentang kelahiran sepeti Nabi Isa, bahwa nabi Isa adalah manusia biasa bukan tuhan, karena dilahirkan dari seorang Ibu Maryam binti Imran yang juga bisa nangis, dan juga merasakan sakit saat melahirkan. Kemudian logika yang dipakai oleh al qur’an, kalau dianggap bahwa nabi Isa lahir tanpa ayah, itu adalah suatu kehebatan yang sangat luar biasa, tapi ada yang lebih hebat lagi yaitu nabi Adam as, yang lahir tanpa ayah dan ibu, dan semua itu adalah keajaiban dari Allah SWT.

Dr. KH. Syaifudin Menjelaskan dalam kajian tafsir tematiknya bahwa Penggunaan al quran terhadap lafadz yang mempunyai arti melahirkan diantaranya adalah
1. kata Wadho’a, yang ada dalam alquran surat Ali Imron 36, kata wado’a dalam bahasa arab sendiri memiliki arti meletakkan.
Terjemahan surat ali imron ayat 36 yang artinya: Maka tatkala Istri Imron melahirkan anaknya (Maryam) , dia pun berkata ” ya Tuhanku sesunggunya aku melahirkannya seorang anak perempuan, dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkan itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menemani dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada engkau daripada syetan yang terkutuk”.

KH. Syaifudin memberikan penjelasan dalam tafsir tematiknya dari surat ali imron ayat 36 tersebut, Karena dia istri imron sudah bernazdar bahwa kelak anak yang aku lahirkan aku persembahkan pada Allah supaya anak itu menjadi anak yang hanya fokus beribadah kepada allah SWT . Maka al quran dengan bahasa yang sangat indah, bahasa yang sangat jeli sehingga mengandung makna yang sangat jelas, mengandung makna yang sangat luas, Jadi hebatnya alquran di dalam menggunakan setiap diksi atau lafat, di dalamnya mngandung makna yang sangat detail, dalam, dan luas.

2. Kata Walada, yang ada dalam alquran, kapan dan mengapa alquran menggunakan kata walada atau wulida itu untuk menunjukkan peran seorang ibu, bagaimana seorang ibi mengandung 9 bln 10 hari kemudian melahirkan anak, ini adalah dalam rangka supaya anak ingat darimana ia berasal, makanya anak disebut sebagai waladun, ortu disebut dengan walidun, atau anak disebut mauludun.

Bagaimana al quran dengan hanya satu kata itu di dalamnya mengandung makna yang sangat dalam , yang pertama bahwa seorang manusia sehebat apapun, dia adalah waladun atau mauludun, dilahirkan dalam keadaan lemah atau tidak berdaya. Dia harus sadar bahwa dia itu makhluk yang tidak berdaya jadi jangan takabur

Begitu juga dengan walid (Ibu), itu untuk menunjukkan suatu tanggung jawab, atas seorang yang melahirkan seorang anak, disinilah ada pesan ” wahai ibu kamu sudah diberi amanah, anugrah berupa anak, maka susuilah bayimu, supaya ingat punya anak, jadi kata walidat itu dalam rangka allah mengingatkan ortu bagaimana mereka dulu meminta pada Allah untuk memilki anak, ketika sudah diberi harus tanggung jawab.

Kemudian kata walid itu sendiri hanya dengan satu kata ibarat pedang bermata 2, yaitu mengingatkan anak sekaligus orang tua, saling mengingatkan tanggung jawab masing masing antara anak dan orang tua, maka alquran dengan jeli, bagaimana kapan menggunakan kata wulida , kapan menggunakan kata wado’a.

3. Kata Al makho. Artinya rasa sakit akan melahirkan. (Ceritanya siti Maryam)
Ketika siti Maryam mengalami persalinan melahirkan Nabi Isa as. Disini disebutkan bahwa menunjukkan kemanusiaan dari siti Maryam, seperti manusia biasa seperti yang lain, mengalami sakit yang berat saat melahirkan, wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini, ini menunjukkan kekhawatiran dalam ibadah tidak mencapai rido dari Allah.

Sejarah mencatat siti Maryam itu setiap hari membersihkan tempat ibadah kemudian membaca tasbih, istighfar dll, beliau diberikan anak oleh Allah tanpa suami, suatu ujian dalam bentuk ibadah untuk siti Maryam. Beliau siti Maryam mendapat misi yang besar dalam bentuk ibadah supaya derajat beliau setara dengan Nabi, karena beliau seorang perempuan maka tidak bisa diangkat menjadi seorang Nabi atau Rosul oleh Allah.

4. Kata Akhroja : yang memiliki arti keluar
Allah menggunakan kata Akhroja dalam rangka supaya bahwa yang namanya proses kelahiran itu jangan dianggap sebagai proses yang biasa saja, yang alami, yang natural, tidak.! proses kelahiran itu pasti melibatkan Allah SWT, ini adalah pelajran bagi kita bahwa dalam masalah kelahiran kita harus mengahdirkan Allah SWT, supaya sianak lahir di dunia itu adalah berkah rido dan rahmat dari Allah, tidak sekedar hanya di azdani dan di Komati, tapi semua proses itu harus menghadirkan Allah SWt

Jadi bagaimana alqur’an berbiacara tentang kelahiran anak, itu dengan bahasa yang simple, singkat dan detail serta konprehensip, sehingga kita bisa melihat diksi atau lafadz yang digunakan oleh Al Qur’an diantaranya lafadz Wado’a, Walada, al Makho, dan Akhroja itu mempunya makna yang berbeda sesuai dengan keadaan dimana ayat tersebut bercerita, dan tidak bisa ditukar oleh lafadz atau diksi yang lain tetapi alquran selalu memberi nilai yang terbaik oleh Allah SWT, supaya anak manusia yang lahir dimuka bumi itu tidak hanya sekedar lahir hidup tanpa arti atau tanpa tujuan, inilah kehebatan Al qur’an ..…[!]



















Konsep melahirkan didalam alquranYME.
Kenapa alquran memilih dikssi la taklamu na sai’a.
Bayi itu tidak bisa lataklamu tapi bisa merasa.
Akan tetapi ada hal yang bisa dilakukan oleh bayi, yaitu lapar dan menangis, merasa lapar , kemudian menangis. Lha perbuatan bayi menangis itu bukan ilmu, tapi itu adalah insting
Bayi belum punya ilmu, kecuali nabi isa.
Kemudian kelahiran yang disampaikan oleh alqur’an. Bahwa konsep kelahiran itu melibatkan oleh Allah SWT,
Kelahiran seorng bayi di alqur’an adalah
2. bayi yang dilahirkan, kalo mencotoh ibunda. Itu harus didedikasikan harus disiapkan. Harus ditarjet akan menjadi apa? tujuan apa anak dilahirkan ?.
3. bahwa dengan kelahiran itu terjadi suatu ikatan keluarga antara anak dan orang tua yang tidak bisa dipisahkan dan akan menjadi tatan sejarah yang panjang.




KAJIAN TAFSIR TEMATIK KELAHIRAN ANAK DI DALAM AL QUR’AN OLEH Dr.KH SYAIFUDIN, MA